• Home
  • Thought
  • Hobby
  • Review
    • Food
    • book
    • Film
facebook twitter instagram pinterest bloglovin Email

-Receh-

Hal-Hal receh yang bikin happy



Saya memiliki seorang sekretaris yang rapi, detail, dan disiplin tinggi. Selalu patuh pada seluruh kegiatan yang telah ditetapkan waktunya. Kalau ada pertemuan, dia akan selalu tepat waktu membantu mengurus segala keperluan saya dan kemudian menjumput saya, jarang sekali saya dibuat menunggu di depan stasiun, terminal, dan dimanapun saat saya menginginkan dia untuk menjemput. Seseorang yang tak akan membiarkan saya lecet.

Head of develop product terbaik juga saya miliki, selalu dapat memilih keputusan terbaik untuk setiap jalan yang akan dipilih untuk mengembangkan produknya. Memanfaat sepanjang hari dengan kegiatan yang bermanfaat. Tidur secukupnya, selebihnya dia pergunakan untuk hal-hal bermanfaat, bertemu orang-orang dan mengajaknya belajar. Dia kreatif, selalu saja ada hal yang menarik yang dapat dia kelolah. Selalu ada kejutan yang dapat dia berikan untuk orang-orang sekitar. Ya, meskipun cuma sekedar memberikan kue nagasari.

Perempuan, dengan postur tubuh ideal, memiliki kecakapan berbicara dan cekatan dalam menangani segala persoalan. Dia adalah manager marketing terbaik yang saya miliki. Jaringan pertemanannya luas, mudah berkomunikasi dengan semua orang, tak lelah untuk melempar senyum dan pertanyaan untuk mereka yang datang. Tak berhenti dengan pertanyaan "apa kabar" semua yang datang akan betah diajak bicara dengannya. Marketing yang dapat diandalkan.

Perkara merencanakan sesuatu saya memiliki seorang lelaki yang ambisius, selalu berhasil me-eksekusi dengan baik perencanaan yang dibuat. Dia akan membantu segala kesulitan yang ada, barang cuma persoalan tv rusak. Dia akan memutuskan yang terbaik untuk memperbaikinya. Seseorang yang sedang mengisi dirinya dengan ilmu agama dan berusaha mentaati segala aturan Tuhan yang dia ketahui. Dia juga menyenangkan, asik diajak berdiskusi.

Mereka semua sudah lama saya miliki, dan masih saya miliki hingga sekarang. Bukan, mereka bukan tim di kantor baru saya, bukan pula tim yang saya cari dan saya bentuk, mereka tim yang diberikan oleh Tuhan, saat saya lahir. Saya sudah memiliki orang-orang terbaik tersebut. Keluarga.

Yup, seringkali berlalu seperti itu saja. Menghubungi orang tua, saudara, lalu lanjut menyelesaikan urusan lainnya. Terkadang lama tidak menghubungi mereka, cuma tahu mereka ada disana dan selalu ada. Kebiasaan seperti itu terus saja berlalu. Anggapan "ada" masih menempel dibenak. Dipikir lagi dan mulai disadari mereka lebih dari rumah, yang bisa menerima apapun keadaan yang terjadi dengan diri kita. Mereka tak hanya berada disana, untuk menyambut dan menerima telepon. Mereka adalah formasi terbaik yang dimiliki sepanjang masa.

Kita memang tidak bisa memilih orang tua saat dihidupkan oleh Tuhan tapi Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk umatnya. Ayah, Ibu, Kakak perempuan, dan kaka lelaki. Tim terbaik dengan segala kemampuan dan kelebihan yang dimiliki.

Seorang ayah yang sangat detail, rapi dan disiplin layaknya sekretaris. Ibu yang logis dan kreatif layaknya seorang develop product dalam sebuah perusahaan. Kakak perempuan yang friendly dan cekatan, seperti orang marketing. Kakak lelaki yang ambisius, pekerja keras dan perencana seperti kepala riset dan perencana yang dapat diandalkan. Yeah! saya memang tidak memiliki perusahaan, tapi rumah layaknya perusahaan yang memiliki orang-orang terbaik. Sesuatu yang ada disekitar kita, sesuatu yang sudah kita miliki, terkadang terlewat begitu saja maknanya. Suatu hal yang bikin "happy"

Bagaiman dengan tim terbaikmu?
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

pict:http://www.ilgiornale.it/

They are married! And me? Masih doyan streaming dan buka tutup kotak yang lama tersimpan, mulai mencoba untuk me-eksekusinya. Wish me luck. Sekarang sudah ada di masa, dimana semua orang mulai sering melempar pertanyaan "kapan nikah?"Berkumpul dengan teman-teman cewek, bukan lagi membahas aktor-aktor drama korea, tetapi membahas printilan soal nikah. Entah kesiapan diri, entah tentang calon, ataupun "dia" yang tak kunjung terlihat oleh mata.

Dibilang siap, hemm... pasti kalau ada partner yang cocok dan terbaik, dengan sendirinya akan me-iyakan ajakannya untuk hidup bersama. Nikah bukan soal akhir perjalanan hidup tapi tentang mau untuk berjalan bersama. Dulunya selalu sendiri mengatur rencana tahun depan, target, dan perjalanan. Nanti ada dia yang selalu menyertai jalan. Bakal mau gak ikut menyertakan dia dalam list yang telah dibuat? Kembali lagi, mau dan siap saja asal berhasil menemukan "dia" yang cocok. Setidaknya itu pikiran dari orang yang dikelilingi undangan pernikahan.

Masih lebih berat membahas isi-isi kotak yang harus diselesaikan daripada membahas nikah,. Sudah mewujudkan apa saja yang kamu inginkan? sudah tercapai apa saja? sudah melakukan  apa saja untuk diri kamu? Pertanyaan dari sendiri lah yang lebih suliit dijawab. Sudah berpikiran kalau umur bukan lagi patokan untuk mencapai apa yang diinginkan, menjadi patokan untuk menjadi lebih dewasa dan sebagainya. Sudah lakukan saja segera, tanpa menunggu besok atau menunggu 2 jarum jam menumpuk pada angka yang sama. Tanpa mempedulikan "seharusnya" kamu memiliki apa saja di umur yang sekarang. Akhirnya sudah tidak peduli dengan apa yang mereka lakukan dan mereka capai, karena memang proses dan pencapain orang berbeda-beda.  Nikmati saja apa yang diperjuangkan sekarang.

Bukan tidak ingin menikah atau belum siap, tapi dari pada menjawab dan memikirkan itu semua mending nikmati perjalanan saat ini. Bukan berarti santai tapi menikmati segala sakit dan keruwetan yang ada sekarang.

Teruntuk kalian yang disana, sehat terus ya.. selamat berjuang menghidupi diri sendiri dan keluarga kamu. Selamat mencoret satu demi satu bucket list yang telah dibuat. Untuk kamu yang telah menemukan partner terbaik. Selamat berjuang bersama!

Nb: Sudah tak tahu mau bahas dan seperti apa membahasnya di challenge 30 hari ini. Semoga masih bisa menjalankan challenge-nya. Amiin.


Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Ada sebuah tulisan yang mengatakan untuk merubah kebiasaan adalah dengan menjalani rutinitas positive selama 21 hari, maka tubuh dan otak akan dengan mudah melakukan kegiatan tersebut terus-menerus. Berasa menjadi orang yang sangat tidak teratur dalam mengatur pekerjaan dan pola hidup, maka saya menantang diri untuk melakukan 4 hal positive dalam 30 hari. Empa hal itu yakni:

1. Menulis satu tulisan di blog ini
2. Membaca Al-qur'an
3. Berolah raga
4. Tidak nyemil dimalam hari

Empat kegiatan tersebut adalah hal-hal yang ingin saya perbaiki dan saya tingkatkan produktivitasnya.

Kesehatan

Merasa selalu kurang bisa mengontrol diri soal makan. Kadang kala menjadi kalap makan, sehari bisa sampai 5 kali. Malam hari selalu snacking namun kadang menjadi tidak nafsu makan. Makan sehari 3 kali saja untung. Menstabilkan pola makan juga akan menstabilkan emosi, menurut saya. Teratur makan 3 kali sehari akan membuat tubuh belajar untuk menerima dan meminta secukupnya. Kalau mau minta lebih, jangan boleh. Latih dulu tubuh dengan pola ini.

Memiliki berat badan berlebih, selain tidak baik bagi kesehatan tentu menjadikan perempuan kurang percaya diri, sebagian begitu. Maka, saya memutuskan untuk meluangkan waktu sehari minimal 10 menit untuk berolahraga. Siapa tahu perubahan penampilan saya nanti akan berdampak pada adanya tawaran menjadi model. (Hahaha)

Religius

Bukan orang yang berhasil menjaga batin, pikiran, dan jiwa kepada Tuhan selalu dan sadar jika itu tidak baik. Hijrah itu memang tak gampang, maka saya akan melakukannya perlahan. Disiplin untuk membuka Al-qur'an tak kalah sering dengan membuka handphone. Paling tidak saya baca satu lembar beserta artinya per hari.

Produktivitas

Menulis itu banyak sekali manfaatnya. Tidak hanya isi otak yang dijadikan rapi karena telah berhasil mengeluarkan opini demi opini yang telah sesak di otak namun hati yang juga senang dan puas telah berhasil mengalahkan rasa malas, untuk membuka laptop dan mulai menulis. Terkadang sesuatu yang menyenangkan dan menarik tidak disertai oleh keluwesan tubuh menjalankannya, maka paksalah tubuh, pikirku.

Sekarang sudah hari ke-8 dan yah! gak gampang menjalankannya. Hari ke-5 dan ke-6 sulit sekali untuk menuntuskan hanya 4 list tersebut. Namun kalo tidak menyelesaikannya saya sudah berjanji untuk memulainya dari awal lagi, sayang kan beberapa hari sebelumnya yang akan hangus begitu saja dengan tiba-tiba meloncati 1 hari saja. Jadilah setiap harinya selalu menyemangati diri sendiri untuk menuntaskan 4 PR saya tersebut.

Sayangnya saya juga tidak mematok waktu melaksanakan kegiatan tersebut, yang penting dilakukan sebelum jam 12 malam. Banyak hal yang harus diperbaiki dalam diri saya, jadi saya memilih untuk mengajaknya berubah dengan "enjoy" dan "fun". Tidak mematok jam berapa harus menulis, atau berolahraga dsb. Semoga "tantangan" ini berhasil saya lewati.

Selamat bermalam minggu. Challenge receh untuk orang receh tapi kalau sudah centang 4 list itu seneng banget. :)
 

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Banyak artikel yang menyutujui bahwa semakin bertambahnya usia lingkar pertemanan akan semakin sedikit, itu tidak buruk, itu sudah wajar. Setiap orang akan memiliki "phat" nya masing-masing. Dulu yang selalu bersama atau bahkan yang selalu jadi yang utama mendengarkan cerita kamu. Sekarang tidak ada lagi. Mereka sibuk dengan pilihan hidupnya masing-masing. Bekerja kantoran, freelance, pengusaha dan ibu rumah tangga.

Kaget? merasa sepi? setiap tahun dalam hidupmu akan selalu mengalami perpisahan dan perjumpaan. Kamu akan terbiasa nantinya. Mendapati dirimu dengan diri kamu sendiri. Mungkin hanya mereka yang kamu ajak "berkomitmen" saja dan mereka, yang selalu mendoakan kamu tanpa henti "keluarga". Gimana kabar keluarga? aku harap selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan. Keluarga yang paling bahagia adalah keluarga yang kamu miliki pun begitu dengan ku.

Untuk mereka yang dulunya bersama berangkat ke kampus tapi sekarang tak tahu dia pergi kemana setiap pagi. Untuk mereka yang selalu bisa kamu ketuk kamar tidunya, kapanpun itu bahkan ditengah malam sekalipun dan dipagi hari sebelum tubuh dibanjiri wangi sabun. Untuk mereka yang selalu kamu bisa ajak kemana kakimu ingin melangkah. Untuk mereka yang selalu kamu bisa hubungi dan mengajaknya makan. Untuk mereka, mari ucapkan kata "terima kasih"

Jangan marah, jangan memarahi mereka atau mempertanyakan salahmu kepada mereka. Tidak! kamu tidak salah. Memang seharusnya begitu. Aku dan kamu selalu mengalami fase yang harus dilewati dan sekarang fase dimana kamu dan aku harus menerima orang-orang disekeliling dan tidak mencari terusan mereka yang sudah mengambil jalannya masing-masing. Membuka hati untuk berteman dengan orang-orang yang ada di tempat kamu sekarang, tak usah membandingkan yang sekarang dengan mereka, teman-teman lamamu. Sungguh tak sebanding memang tapi mereka semua memiliki persamaan. Siap menemani hari-hari yang sekarang, pada fase ini.

Sedangkan mereka yang telah mendapatkan tempat, jabatan, dan impian yang diinginkannya. Mereka sebenarnya tidak seutuhnya meninggalkanmu. Iya!, mereka memang tak lagi menelpon, menemani kamu jalan-jalan, atau sekedar makan siang bersama. Tapi mereka memberikan sejuta hal kepada dirimu. Coba ingat, karena bantuan siapa kamu kini rajin beribadah? Karena siapa kamu sekarang jago mengatur waktu? karena siapa kamu sekarang menjadi pekerja keras? Karena siapa akhirnya kamu sadar bahwa keluarga adalah prioritas utama?

Mereka, yang tanpa sadar mengajari itu semua. Kebiasaan teman sekamar kamu yang tidak  pernah luput menepati 5 waktu ibadah. Karena temanmu yang selalu peduli dan perhatiaan setiap ada orang yang berbicara. Karena mereka yang selalu tidak lupa pulang dan memberikan kabar ke keluarga. Karena mereka yang selalu mengisi waktu dengan kegiatan positif. Karena kebiasaan, karena karakter, karena attitude mereka, yang tanpa sadar meracuni keseharianmu. Menyembuhkan kamu dari kebiasaan-kebiasaan buruk. Tadinya kamar selalu kotor, tapi sekarang kamu jadi anak yang selalu membersihkan kamar setiap malam.

Maka dari itulah kenapa aku dan kamu harus berterima kasih kepada mereka. Kamu dan mereka memang tidak lagi berjalan bersama tapi kebaikan mereka akan selalu kamu bawa. Berterima kasihlah dan berucap halo untuk mereka yang baru. 
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Sekarang ini bisnis kuliner semakin menjanjikan, banyak kue dan minuman yang dibuat lalu seketika tersebar seantero media sosial. Salah satunya Donat mie. Bermula dari sebuah tempat makan di Australia yang berkreasi dengan bahan baku sejuta umat anak perantaun, mie instan. Indonesia pun langsung me-copy resepnya dan menjadi bahan obrolan sepanjang waktu di media.

Tinggal di daerah, sedikit kerepotan mendapatkan sesuatu yang sedang dibicarakan pecinta kuliner. Untungnya di rumah masih ada dapur, kompor, dan jaringan internet. Oke, jadila membuat resep yang tersebar di youtube dan media lainnya untuk membuat makanan yang dicari para anak muda itu.

Donut mie di australia. Sumber: https://travel.kompas.com
Bahan:
Mie instan
Telur
Tepung roti

Cara membuat:
1. Masak mie instan goreng seperti biasa
2. Campur mie instan dengan satu butir telur, aduk rata
3. Letakkan  pada cetakan donut
4. Kukus mie kurang lebih 10 menit
5. Lepaskan mie dari cetakan
6. Balut mie dengan tepung roti
7. Goreng 

Dan inilah hasil donut mie ala dapur rumah



Gimana, gak tertarik ya? memang kalau dilihat jauh sekali sama yang asli buatan Australia tersebut, tapi ya kurang lebih pasti sama kok rasanya. Hehe. Daripada terus melihat tayangan di tv dan sosial media yang hanya bisa dilihat tapi gak bisa dirasakan. Bikin orang kejang-kejang tapi gak bisa berbuat apa-apa. Mending bikin aja sendiri di rumah. Sekarang mah gampang, semua bisa dicari dengan sekali klik.

Gak usah menunggu punya cetakan donut, saya pun gak punya. Saya pakai mangkok pelastik kecil yang tengahnya diletakkan tutup botol. Jadilah bentuk lingkaran yang punya lubang di tengah a.k.a donut. Don't excuse dear.

Rasanya gimana? kalau saya mending memilih mie instan yang dimasak dengan cara seperti biasa. Donat mie, renyah diluar dan terasa padat. Jauh lebih enak dimakan seperti biasanya. Asli! Tapi keberhasilan membuat dan mencicipi makanan viral ini sih udah bikin seneng. Receh tapi bikin happy.


Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Berlangsung dari 3 Agustus-5 Agustus 2015 di Agro Wisata, Batu-Malang diadakan sebuah acara tahunan yakni Folk music festival, seperti namanya acara ini disuguhkan untuk penggemar music folk namun untuk tahun 2018. Mengundang juga para pecinta literasi. Terdapat 2 tiket yang dijual, tiket literasi pada tanggal 3 Agustus 2018 dan tiket reguler dari tangal 4-5 Agustus 2018. Konser inti diadakan pada malam hari tanggal 5 Agustus dengan  bintang tamu White Shoes&The Couples Company, Fourtwnty, Mondo Gascaro, dan banyak lainnya.

Venue-ya ada 2, panggung utama dan lapangan untuk pameran serta diskusi. Asiknya disini, kalian akan bertemu orang-orang yang satu frekuensi dengan kalian. Diskusi yang dilakukan sangat menarik. Ada diskusi tentang perkembangan dunia online, ada yang berbagai tentang cara mengadakan acara besar seperti Folk Music Festival ini. Semua yang bicara di panggung adalah mereka yang terjun langsung dalam bidang media dan event. Diskusinya sangat menarik, meskipun saya tidak tahu pasti siapa orang yang menjadi pembicara.


Setting tempat duduknya dibuat santai dan kekinian gitu.

Ada Iis ex vokalis payung teduh (baju putih) dan Aan mansyur (gak ada di foto ini) 

Salut buat panitia yang merangkum cerita, sejarah, peta, dan jadwalnya di tabloid besar ini.
Sayang tidak praktis, terlalu besar :)

Paling sangat membantu di sebuah event yang seharian penuh.

Receh tapi begitu ketemu ini seneng. Haha 

Mereka juga menyediakan sederetan penjual cemilan yang asik dimakan sambil ngobrol


Batu dingin euy.... jagung bakar hangat. Oke!

Kangen gak sih sama makanan warung anak 90an?

Minumnya yang sehat dan tradisional. Jamu

Bukan cuma itu kok makanan dan minumannya, ada banyak yang bisa membuat kalian bernostalgia. Mau beli oleh-oleh? ada! pastinya dari lokal brand seperti ini.


Nih, yang demen buku sastra

Acara-nya keren. Banyak anak-anak muda yang datang, berpenampilan ala folk dan 90an. Acara ini punya tagline yang menarik "Kita hanya akan dipertemukan dengan apa-apa yang kita cari." Wadaw.. 
Sayangnya saya cuma kebagian tiket yang literasi untuk satu hari (3 agustus 2018) dan memang itu yang saya butuhkan, jadi disini tak ada cerita dan foto tentang konser utama dan megahnya panggung dibawah bintang-bintang.

Taraaaa... inilah yang membuat saya langsung berburu tiket di h-5 begitu tahu kalo juga menghadirkan pertunjukan ini.


Yup! pasukan papermoon puppet hadir disini, setelah gagal melihat pertunjukan peno letter of the sky di Jogja ternyata berkolaborasi juga dengan Folk Music Festival. Pertunjukan boneka kertas disini hanya berdurasi kurang lebih 15 menit. Dalam tenda yang kecil 4 orang bergiliran masuk, dan mereka dipersilahkan untuk membuat cerita yang diinginkan. Lalu dua mas-mas akan meminta waktu sejenak untuk menyiapkan properti. 

Awalnya tahu pertunjukan ini dari film AADC part 2, masih tidak tertarik. Entah kenapa cuplikan teater papermoon hadir di home youtube, alhasil "kepo" dengan si empuh dibalik cerita boneka-boneka kertas yang bisu. Singkatnya papaermoon puppet theatre berasal dari sepasang suami istri, Maria Tri Sulistyani (mbak ria) dan  Iwan Effendi asal Jogja. Tahun 2006 mereka membuka perpustakaan untuk anak-anak dan memberikana pertunjukan boneka untuk mereka. 

Suami-istri tersebut terus mengasah kemampuannya hingga melahirkan berbagai cerita dan dipertontontonkan di berberapa negara. Papermoon sendiri yang berarti "bulan kertas" memberikan arti bahwa hal-hal yang istemewa bisa dibuat dari sesuatu yang sederhana.

Papermoon puppet theatre memberikan sebuah peraturan disetiap pentasnya. Penonton tidak boleh memotret dan merekam selama pertunjukan. Dibiarkan fokus pada cerita dan aksi boneka-boneka kertas. Nih sedikit video dari karya keren mbak Ria dan tim.


Balik lagi dengan konsep papermoon yang ada di Folk music festival. Hemm.. sepertinya penataan cahaya, sound, music, setting ruang memang sangat diperlukan untuk keberhasilan sebuah teater menyampaikan cerita. Di acara Folk music festival ada keterbatasan waktu pun memang bukan tour tunggal yang biasa mereka lakukan. Lebih seperti ingin mengenalkan papermoon kepada pecinta literasi yang hadir pada waktu itu dan memberikan pengalaman yang berbeda, seperti yang saya tulis sebelumnya. Penonton dibebaskan untuk membuat ceritanya sendiri Jadi "para dalang" boneka kertas tersebut spontan melakukan pertunjukannya.

Tenda kecil yang muat 4 penonton dan 2 "dalang"

Dekorasi di dalam tenda 

boneka kerta papermoon puppet




Nb: Buat kalian yang tertarik menonton langsung papermoon puppet bisa pantengin instagram @papermoonpuppet atau langsung mampir ke Jogja di jalan Langensuryo KT II no 176 Yogyakarta. Ingin dateng ke Folk Music Festival tahun depan silakan mampir ke websitenya http://folkmusicfestival.id/ atau follow intagram @folkmusicfestival.

Selamat menemukan ke-recehan yang bikin bahagia di acara-acara keren seperti ini.




Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Stardust adalah salah satu novel fiksi hasil karya penulis asal Inggris, Neil Gaiman. Tahun 2007 novel ini diangkat ke layar lebar dengan sutradara Matthew Vaughn.

Bercerita tentang seorang pemuda Tristan Thorn yang berasal dari sebuah desa kecil dikelilingi oleh tembok besar, bernama The Wall. Novel ini dimulai dengan menceritakan asal Tristan Thorn dan gambaran sebuah desa kecil. Tristan jatuh cinta pada seorang perempuan bernama Victoria. Diatas bukit Tristan mendatangi Victoria dan merayunya. Victoria pun membalas canda akan cinta Tristan yang akan diterimanya jika membawakan bintang jatuh yang dia dan Trista lihat di atas bukit tersebut.

Tristan yang lugu dan dipenuhi dengan hasrat untuk memiliki Voctoria, bergegas ke arah bintang jatuh. Mengendap di tengah malam, meningglakan desa kecil yang membesarkannya.

Siapa sangka bintang jatuh itu ternyata berwujud seorang perempuan bernama Yvaine, namun sang bintang jatuh ditemukan dengan keadaan penuh luka dan ternyata bukan hanya dia yang menginginkannya. 

Sebuah cerita tentang pemuda yang ingin memenuhi permintaan pujaannya. Sebuah cerita perjalanan memberikan hadiah pada calon pengantin. Namun disana, selama Tristan pergi Victoria yang sebenarnya telah jatuh cinta pada pemuda lain, langsung menjadi perempuan setia. Menempati janji untuk menunggu Tristan, menunda pernikahaannya dengan pemuda impiannya. Bukan karena ia luluh akan apa yang dilakukan Tristan, tapi tentang seorang perempuan dan sebuah janji. 

Tristan akhirnya berhasil membawa sang bintang jatuh ke desanya dan menemui victoria yang sedang sakit. Victoria senang akhirnya Tristan datang pun dengan penuh haru menceritakan perasaanya pada seorang pemuda lain yang sudah lama mencuri hatinya. Menceritakan segala kedelimaannya antara menepati janji dan memilih hidup bersama pujaannya.

Sayangnya Tristan tidak kecewa dengan cerita hati Victoria. Dia tersenyum, melepaskan Victoria dengan pilihannya.

Yah.. ini cerita dongeng, dengan latar belakang fantasi dan penuh dengan karakter jujur, setia, dan sifat baik lainnya. Ini cerita dongeng tentang sebuah kisah yang sederhana. Namun ini cerita dongeng untuk orang dewasa. Melihat Victoria, perempuan yang tetap memegang prinsipnya akan menepati segala ucapan yang telah terucap. Tristan yang tumbuh menjadi pemuda, berkelana dengan membawa hati tulusnya.  Kebesaran hati Tristan, menerima segala kejujuran dan cinta Victoria pada pemuda lain. Yvaine, sang perempuan bintang jatuh yang menemani setiap perjalanan Tristan menuju desanya, membantu mewujudkan keinginannya.  

Membaca novel romantis di usia yang tak lagi remaja ini. Cukup mampu memberikan sedikit rasa manis di otak. Memberikan rasa dan pandangan yang berbeda tentunya jika dibaca saat remaja dulu.
Tahu novel ini waktu SMA, tapi menolak untuk membacanya. Malah memilih membaca buku Poor Dad and Rich Dad, eh sekarang malah baca. Dunia saya memang terbalik. Haha. 







Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

About me

Ini hanya cerita, opini, dan kegiatan receh di tengah kesibukan membayar tagihan. Terkadang yang bikin happy adalah hal-hal receh di sekitar kita, tapi sayangnya berlalu begitu saja.

Receh memang tapi bikin happy. Thank god.

recent posts

Sponsor

Blog Archive

  • March 2019 (2)
  • December 2018 (2)
  • November 2018 (2)
  • October 2018 (2)
  • September 2018 (31)
  • August 2018 (3)
  • January 2018 (5)

Sponsor

Created with by ThemeXpose