• Home
  • Thought
  • Hobby
  • Review
    • Food
    • book
    • Film
facebook twitter instagram pinterest bloglovin Email

-Receh-

Hal-Hal receh yang bikin happy


pict:https://www.foodnetwork.com

Ada yang tahu novel Brownies gak? Pertama kali baca novel ini waktu SMP. Brownies adalah buku dari penulis Fira Basuki. Mbak Fira Basuki dikenal melalui buku buatannya yang telah menembus best seller seperti triologi novel yang dibuatnya tahun 2000-an. Jendela-jendela, atap, dan pintu.


Sinopsis Novel Brownies

pict:https://lustandcoffee.wordpress.com
Mel, seorang gadis cantik yang gemar membuat kue brownies ditimpa musibah. Suatu hari, ketika ia ingin membuat kejutan untuk tunangannya, Joe, ia menemukannya bercinta dengan wanita lain. Dia akhirnya berkonsentrasi membantu menyiapkan pernikahan sahabatnya, Didi dengan tunangannya, Lilo.
Disanalah Mel bertemu dengan Are, teman SMA Lilo yang pandai membuat brownies. Didi lalu berusaha untuk menjodohkan Mel dan Are. Apalagi ketika mengetahui bahwa Are seperti memahami filosofi kue favorit Mel itu. Tapi Mel yang memang belum siap untuk menerima cinta Are, akhirnya menyakitinya ketika Joe mencoba untuk kembali. Kemanakah akhirnya hati Mel akan berlabuh?

Yang masih saya ingat dari novel ini

Kebiasaan tokoh utama yang selalu membuat kue dalam suasana hati apapun dan kalo gak salah ada adegan dimana hasil kue yang dibuat tokoh tersebut jadi tidak enak seperti biasanya. Itu terjadi karena dia membuat kue brownies dalam keadaan sedih. Jadi mempengaruhi cita rasa Brownies yang dibuatnya.

Saya sebenanrnya lupa-lupa ingat buku ini atau buku lainnya yang membuat otak saya menyimpan kesimpulan tersebut. Katakan saja dari novel itu saja ya.... Btw, novel ini pernah di film kan, bagi yang gak suka baca bisa nonton saja filmnya.

Well, fokus sama pesan yang disampaikan "suasana hati kita akan berpengaruh pada apa yang kita lakukan"

Ternyata untuk me-anologikan pesan tersebut bisa disampaikan dari sebuah cerita romance dan chesy. Waktu itu berpikiran "kok bisa sih sedih saja bisa mempengaruhi rasa brownies toh resepnya masih sama" tapi jika dipikir ulang. Memang benar adanya, suasana hati terkadang bisa mempengaruhi hasil kerja kita. Jadi, seburuk apapun kejadian hari kemarin, sekacau apapun suasana hati hari ini sebaiknya perlu sekali untuk tetap tersenyum dan bersyukur selalu biar orang-orang yang bersama kita ikut bahagia juga, biar pekerjaan yang harus kita selesaikan tidak terasa berat saat kita menjalankannya.

Enjoy your day, enjoy with your work.

Receh banget kan apa yang saya pikiran sehabis baca novel romance? tapi beruntung sekali masih bisa mengingatnya sampai hari ini.


Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Pict: https://www.goodreads.com/

Zaman sekolah dulu kalau ditanya lebih sering baca buku terjemahan atau lokal, jawabannya buku terjemahan. Bukunya Poelo Coelho, Torey Hayden, Joestein Gaarder dan lainnya. Zaman SMP dimana teman-teman semua pada demam novel teenlit, malah sok baca buku sastra ala NH. Dini, Margat, Gola Gong, dan sebagainya.

Kelas 1 SMA tiba-tiba melihat buku travelers Tale, Belok Kanan Barcelona yang mencuri pandangan. Sampul bukunya menarik, minimalis dan misterius (menurut saya). Waktu  zaman itu gak banyak novel travel, correct me if i am wrong. Jadilah buku itu saya bawa keluar dari rak perpustakaan sekolah. Ternyata.. Wow

Buku ini ditulis oleh 4 orang yakni Adhitya Mulya, Ninit Yunita, Alaya Setya, Iman Hidayat  mungkin 4 penulis tersebut mewakili 4 karakter dalam novelnya Retno, Francis, Farah, dan Yusuf.

Bercerita tentang 4 orang sahabat yang bekerja di 4 benua dan salah satu temannya, Francis mengabarkan jika ingin menikah. Jadilah Retno, Farah dan Yusuf berangkat dari tempat yang berbeda ke satu tempat, Barcelona. Selain untuk menghadiri undangan sahabatnya, mereka juga ingin mempertanyakan cintanya. Novel perjalanan yang tak luput dari cerita cinta yang saling berkaitan.

Yang menarik dari novel travelers Tale, Belok Kanan Barcelona

Buku ini memiliki 4 penuturan yang berbeda. Saat menceritakan perjalanan yang mereka tempuh untuk menuju Barcelona, 4 karakter akan bercerita dengan gayanya masing-masing. Ada yang menggunakan bahasa yang baik dan benar (EYD). Menggunakan bahasa gaul ala tahun 2000an. Ada juga yang menggunakan bahasa yang sedehana yang tidak terlalu formal. Seru! baru itu menemukan buku yang ditulis lebih dari satu orang dan memiliki gaya bahasa berbeda tapi menjadi satu kesatuan dalam sebuah cerita.

Ini novel perjalanan dan tentu menjelaskan berbagai tempat, lewat berbagai negara yang dilalui untuk menuju Barcelona. Perjalanan mereka tidak sederhana, naek pesawat lalu sampai ke tempat tujuan. Mereka menempuh perjalanan yang cukup jauh dan panjang. Salah rute perjalan dan "nyasar" menjadi cerita yang menarik dan memberikan edukasi. Jadi di setiap tempat yang mereka lewati ada penjelasan seperti sejarah, budaya dan arsitektur negara tersebut. Menariknya lagi disispi oleh berbagai foto tapi sayangnya hitam putih. Gak tahu ya, kalau buku yang sudah dicetak ulang versi cover film.

Sembari di ombang-ambingkan dengan kisah perjalanan mereka yang sangat edukatif dan lucu. Para penulis juga tak lupa untuk membuat penasaran pembaca dengan kisah cinta mereka. Applause buat ke-4 penulis.

Yang langsung dilakukan setelah membca novel travelers Tale, Belok Kanan Barcelona

Merasa kalau ide 4 penulis dengan gaya tutur yang berbeda itu keren banget jadi waktu itu pernah ngirim pesan ke teman facebook dan ngajak join buat menulis. Haha. Pengen banget ngikutin jejaknya Adhitya Mulya dkk. Teman yang saya ajak waktu itu seorang anak sekolahan yang sedang menitih karir di dunia penulisan. Sayangnya dia bilang kalau lagi ada projek nulis, yah sudah.. menguap begitu saja niat yang tadinya menggebu-gebu. Dasar lemah!

Yang diingat dari novel travelers Tale, Belok Kanan Barcelona

Sampai sekarang, kurang lebih 10 tahun sempet mengeluarkan joke receh kalau ada orang yang tanya jalan atau saya sedang mencari jalan. Kalau tidak diucapkan ya setidaknya dalam hati selalu berkata "Belok kanan, Barcelona!". Paham gak maksudku?  Menurutku judulnya unik, sangking uniknya sampai ingat terus tapi gak aneh kalau diucapkan, masih enak didenger. Gak banyak yang tahu tentang novel ini setidaknya di lingkungan yang saya tempati, jadi pernah ngomong "Belok kanan, Barcelona!" pada joke receh dan garing yang diucapkan tapi pada gak ngerti dan semakin garinglah itu joke. Jadi cukup diucapkan dalam hari dan menjadi konsumsi pribadi. Haha

Ada adegan yang masih saya ingat. Kurang lebih seperti ini ceritanya. Saat Yusuf berada di pasar entah di negara mana, dia terpojokkan oleh segerombongan orang yang mungkin sedang menjajakan barang jualannya kepadanya. Maklum baca ini novel tahun 2009. Maaf ya kalau salah, kalian bisa membuktikannya dengan baca langsung novelnya. Nah! di adegan itu si yusuf atau ucup bilang tips saat kepepet atau saat melakukan kesalahan adalah dengan menarik perhatian seseorang, seperti biasa salah satu yang ampuh adalah dengan lelucon kuno. Ucup pun berucap keras "lihat ada gajah terbang!" Semua orang menoleh dan Yusuf lari terbirit-birit. Joke "Gajah terbang" juga menjadi senjata saya untuk mengalihkan perhatian teman yang sedang serius atau saat menjahili saya.

Receh gak sih? ternyata yang diingat dari novel yang lumayan edukatif ini adalah tentang "Belok kana, Barcelona!" sama "Gajah terbang".

Mau nonton filmya gak?

Ehm... jujur gak tertarik buat nonton. Bukannya khawatir kalo ceritanya berbeda dengan novelnya. Memang film mempunyai sudut pandang dan batasan tersendiri dalam bercerita. Jadi wajar kalau buku yang diapdatasi memiliki visualisasi yang tidak sesuai dengan fantasi saat membaca. Menurut  juga film juga punya pasar dan nilai "komersil" tersendiri jadi beberapa ending dan plot dalam buku sering diubah di film. Mungkin gak tertarik menonton karena pemeran aktor dan artis nya ya. Everyone has their own taste in what they like and nothing wrong and true about that, right?

Melihat trailernya lebih menonjolkan mengenai cerita lucu dalam perjalanan menuju Barcelona dan urusan hati mereka. Seperti tidak ada senssai mengamanti arsitektur dan budaya negara yang dilewati. Setidaknya itu yang saya rasakan saat menonton trailernya. Padahal itu adalah satu yang menarik saat membaca novelnya.

Tentang Adhitya Mulya 

Tahu kalau nama tersebut termasuk dalam barisan penulis Indonesia melalui bukunya "Jomblo". Filmnya seru sih ini, sknenario filmnya juga ditulis oleh Adhitya Mulya begitu juga dengan film Belok Kanan Barcelona yang sudah tayang mulai kemarin, 20 September 2018.  Saya lupa sempat membaca habis novel Jomblo atau tidak tapi yang jelas sudah menelan buku travelers Tale, Belok Kanan Barcelona dan ketemu lagi di buku Sabtu bersama bapak. Bisa dibilang Adhitya Mulya punya gaya menulis yang sederhana dan menarik saat menulis dialog antar karakter yang dibuat. Menurut saya Adhitnya Mulya punya ide bercerita yang menarik seperti novel Jomblo, travelers Tale, Belok Kanan Barcelona, Test pack dan sabtu bersama bapak.

Nb: Langsung menulis tulisan ini begitu melihat video Raditya Dika dan Adhitya Mulya


Eh bentar..... coba lihat "Ada gajah terbang!!!"

Iya tahu receh!
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
pict:.https://lifestyle.okezone.com

Pasti kalian memiliki idola bukan? Entah itu datang dari dunia entertaiment, olahraga, atau akademis. Beruntung sekali jika kamu memilikinya karena setidaknya hidupmu tidak dihabiskan untuk melihat dirimu saja. Perlu kok melihat keberhasilan, perjalanan bahkan mengikuti jejak sukses orang lain asal tidak berlebihan saja cara mengidolaknnya.

Entah kenapa dari kecil dikeliling oleh buku-buku terjemahan, terbilang jarang membaca dan mengetahui penulis Indonesia. Kebiasaan membaca buku terjemahan pun memberikan sensasi tersendiri jadi sedikit sulit untuk menerima komposisi buku dari penulis Indonesia. Bukan berarti karya mereka tidak bagus loh, bukan!. Ini soal kebiasaan saja. Orang yang terbiasa makan roti akan berasa aneh jika harus menikmati nasi. Kurang lebih begitu.

Saya meyakini, jika kamu ingin tahu siapa idolamu. Tengok saja sudah berapa banyak karyanya yang kamu nikmati, sudah berapa video yang kamu lihat untuk mengetahui perjalanannya. sudah seberapa sering kamu membicarakannya. Salah satu, eh bukan!. Satu-satunya buku dari sastrawan Indonesia yang terbanyak saya baca adalah datang dari penulis Belitung. Siapa lagi? kalau bukan Andrea Hirata.

Muncul dengan kisah Laskar Pelangi, memenuhi segala konten di televisi, berita, talk show, dan acara jalan-jalan. Sampai akhirnya jodoh juga bertemu dengan buku Laskar Pelangi dan bisa membacanya. Dapat dari pinjaman teman. Hihihi. Ternyata perjalanan menikmati kisah bocah-bocah Belitung tidak sampai disana. Tetrologi laskar pelangi berhasil saya tuntaskan.

Lama tak berjumpa dengan buku Andrea Hirata sampai akhirnya tahun 2010, penulis berambut kerting tersebut mengeluarkan 2 buku yang dijilid menjadi satu buku. Padang Bulan dan Cinta Dalam Gelas. Bukunya unik, ada 2 cover depan belakang yang memuat judul berbeda. Kalau cetakan terbarunya sih 2 buku ini akhirnya dipisah. Berpikir tidak akan tertarik dengan kisah selain cerita Laskar Pelangi, terlebih disini Andera bercerita tentang cintanya pada A-ling dan cinta pasangan lainnya. Jenis cerita yang jarang sekali membuat saya tertarik di masa remaja kala itu.Daripada tidak ada buku baru, akhirnya saja baca buku yang disodorkan kakak saya tersebut.

Eh, ternyata saya pun menghabiskan buku itu dan Andera Hirata tetap menyuguhkan sensasi yang sama dengan ke-4 novel sebelumnya. Sederhana, lucu, dan bahasa sastra yang tidak membosankan. Ya, ternyata aku tidak menyukai perjalanan Laskar Pelangi saja tapi juga kisah-kisah yang ditulis Andrea Hirata.

Satu tahun kemudian Andrea Hirata kembali memperkenalkan karyanya "Sebelas Patriot". Menceritakan keinginan Ikal sebagai pemain sepak bola. Sayangnya kok tidak tertarik ya. Hingga akhirnya Andera Hirata mengeluarkan buku dengan sebuah judul yang sederhana "Ayah" wah makin tidak tertarik lagi. Entah kenapa tidak ada ketertarikan untuk membaca perjuangan seorang orang tua. Bakal penuh dengan "mewek" nih pikirku. Melupakan gaya tulisan Andrea Hirata. Sampul bukunya juga tidak membuat tertarik untuk dibawa pulang kerumah. Ini selera sih.

Hemm, waktu itu saya ingin sekali membaca buku tapi sayangnya buku yang saya miliki sudah khatam saya baca dan belum punya uang untuk membeli lagi. Haha. Maklum anak kuliahan. Ada teman sekamar yang memiliki sebuah buku  dan yup! bukunya Andrea Hirata, Ayah. Selalu berpikiran tidak tertarik tapi saya selalu saja dipertemukan dengan buku Andrea Hirata di depan mata saya, karena ingin sekali membaca. Okelah, saya baca akhirnya buku "ayah" tersebut"

Gila! Bang Andrea lagi-lagi membuat saya jatuh cinta. Ternyata memang benar pendidikan seseorang itu akan berpengaruh terhadap karyanya. Kalau tidak salah keberhasilan buku-buku Andrea Hirata membuat dia mendapat kesempatan untuk belajar menulis. Mungkin ini sebuah karya yang dia hasilkan setelah mengalami proses belajarnya tersebut. Buku yang karakter tokoh, dialog, dan ceritanya masih menggantung di otak saya walau pun setelahnya saya membaca 2-3 buku lainnya.  tetapi novel "ayah" meracuni pikiran saya kala itu sampai sempat mecampuri gaya tulisan saya.

Andrea Hirata datang dengan terus membawa kejutan yang luar biasa membuat saya berulang kali jatuh cinta. Berhenti lama membaca karyanya setelah "maryamah karpov". Beranggapan tidak akan menyukai novel padang bulan bulan dan cinta dalam gelas yang ternyata kembali dibuat jatuh cinta dan berpikiran lagi jika tidak tertarik dengan novel yang dikeluarkan pada tahun 2015 "Ayah", ternyata cerita Sabari (tokoh di novel ayah) membuat saya lama mengilangkan senyum. Saya kembali jatuh cinta.

Novel terakhir yang dia keluarkan tahun kemarin, 2017 berjudul Sirkus Pohon kalau ini mah judul dan sampulnya sudah membuat jatuh cinta duluan apalagi isinya. Sayangnya masih banyak buku yang dibeli dan belum dibaca oleh saya. Kasihan mereka, sudah dibawa pulang ke rumah tapi tidak dibaca. Hal yang paling menyedihkan adalah menumpuk buku, tanpa membacanya. Benar gak? makanya saya tak mau begitu. Meskipun ingin sekali memiliki Sirkus Pohon tapi saya harus bercinta dulu dengan buku-buku yang saya miliki.

Selamat Jatuh Cinta dengan karya-karya Andrea Hirata.


Uang lebaran yang masih kurang cukup membeli buku Maryamah Karpov, Andrea Hirata tapi kakak perempuan saya menggenapkan uang yang saya miliki dan jadilah ini buku pertama yang saya punya. Biasanya membaca dari buku-buku di perpustakaan kota dan sekolah atau kalau tidak dipinjamkan oleh teman-teman. Receh sekali, tapi "happy" waktu baca dari buku milik sendiri, bukan hasil pinjaman. Novel inilah yang membuat rajin menabung untuk membeli beberapa buku setiap tahunnya.







    
Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Stardust adalah salah satu novel fiksi hasil karya penulis asal Inggris, Neil Gaiman. Tahun 2007 novel ini diangkat ke layar lebar dengan sutradara Matthew Vaughn.

Bercerita tentang seorang pemuda Tristan Thorn yang berasal dari sebuah desa kecil dikelilingi oleh tembok besar, bernama The Wall. Novel ini dimulai dengan menceritakan asal Tristan Thorn dan gambaran sebuah desa kecil. Tristan jatuh cinta pada seorang perempuan bernama Victoria. Diatas bukit Tristan mendatangi Victoria dan merayunya. Victoria pun membalas canda akan cinta Tristan yang akan diterimanya jika membawakan bintang jatuh yang dia dan Trista lihat di atas bukit tersebut.

Tristan yang lugu dan dipenuhi dengan hasrat untuk memiliki Voctoria, bergegas ke arah bintang jatuh. Mengendap di tengah malam, meningglakan desa kecil yang membesarkannya.

Siapa sangka bintang jatuh itu ternyata berwujud seorang perempuan bernama Yvaine, namun sang bintang jatuh ditemukan dengan keadaan penuh luka dan ternyata bukan hanya dia yang menginginkannya. 

Sebuah cerita tentang pemuda yang ingin memenuhi permintaan pujaannya. Sebuah cerita perjalanan memberikan hadiah pada calon pengantin. Namun disana, selama Tristan pergi Victoria yang sebenarnya telah jatuh cinta pada pemuda lain, langsung menjadi perempuan setia. Menempati janji untuk menunggu Tristan, menunda pernikahaannya dengan pemuda impiannya. Bukan karena ia luluh akan apa yang dilakukan Tristan, tapi tentang seorang perempuan dan sebuah janji. 

Tristan akhirnya berhasil membawa sang bintang jatuh ke desanya dan menemui victoria yang sedang sakit. Victoria senang akhirnya Tristan datang pun dengan penuh haru menceritakan perasaanya pada seorang pemuda lain yang sudah lama mencuri hatinya. Menceritakan segala kedelimaannya antara menepati janji dan memilih hidup bersama pujaannya.

Sayangnya Tristan tidak kecewa dengan cerita hati Victoria. Dia tersenyum, melepaskan Victoria dengan pilihannya.

Yah.. ini cerita dongeng, dengan latar belakang fantasi dan penuh dengan karakter jujur, setia, dan sifat baik lainnya. Ini cerita dongeng tentang sebuah kisah yang sederhana. Namun ini cerita dongeng untuk orang dewasa. Melihat Victoria, perempuan yang tetap memegang prinsipnya akan menepati segala ucapan yang telah terucap. Tristan yang tumbuh menjadi pemuda, berkelana dengan membawa hati tulusnya.  Kebesaran hati Tristan, menerima segala kejujuran dan cinta Victoria pada pemuda lain. Yvaine, sang perempuan bintang jatuh yang menemani setiap perjalanan Tristan menuju desanya, membantu mewujudkan keinginannya.  

Membaca novel romantis di usia yang tak lagi remaja ini. Cukup mampu memberikan sedikit rasa manis di otak. Memberikan rasa dan pandangan yang berbeda tentunya jika dibaca saat remaja dulu.
Tahu novel ini waktu SMA, tapi menolak untuk membacanya. Malah memilih membaca buku Poor Dad and Rich Dad, eh sekarang malah baca. Dunia saya memang terbalik. Haha. 







Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

About me

Ini hanya cerita, opini, dan kegiatan receh di tengah kesibukan membayar tagihan. Terkadang yang bikin happy adalah hal-hal receh di sekitar kita, tapi sayangnya berlalu begitu saja.

Receh memang tapi bikin happy. Thank god.

recent posts

Sponsor

Blog Archive

  • March 2019 (2)
  • December 2018 (2)
  • November 2018 (2)
  • October 2018 (2)
  • September 2018 (31)
  • August 2018 (3)
  • January 2018 (5)

Sponsor

Created with by ThemeXpose