• Home
  • Thought
  • Hobby
  • Review
    • Food
    • book
    • Film
facebook twitter instagram pinterest bloglovin Email

-Receh-

Hal-Hal receh yang bikin happy




cr.http://kelanaku.com/

Kurang lebih 10 tahun sudah, dari menuntaskan Supernova; Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh (KPBJ) sampai akhirnya bertemu lagi dengan "the last Supernova", Intelegensi Embun Pagi. Supernova KPBJ dikemas  cukup tebal dengan ukuran font yang tidak normal (read: kecil) dan pembahasan yang tidak seperti buku novel biasanya (read: romance). Supernova (KPBJ) cukup membawa remaja SMP mengunyah lambat lembar demi lembar Supernova, yang tak disangka muncul buku-buku berikutnya sebagai rangkaian KPBJ. Akar, Petir, Partikel, dan Gelombang. 

Hmm.. banyak orang berpengaruh yang mengatakan "sebenarnya tidak ada yang benar-benar baru dalam sebuah karya". Tidak jadi masalah. Dan Supernova Dee disebut sebagai "Dunia Sophie Indonesia", waktu itu saya membaca Supernova terlebih dahulu baru beralih ke Dunia Sophie karya Jostein Gaarder. Supernova punya Reuben dan Dimas, 2 lakon yang sedang berdiskusi dalam sebuah diskusi, bercerita dalam sebuah cerita. Perbaduan apik dari ilmu science dan sastra. Dee berhasil menyuguhkan cerita fiksi science diantara cerita-cerita romance yang bertaburan di rak perpustakaan. Walaupun agak susah dipahami oleh anak umur 13 tahun tapi seingat saya, saya cukup menikmati diskusi-diskusi Reuben-Dimas dan lakon-lokon misterius yang terus bermunculan. Diva, Re, Ksatria, Bintang jatuh (semoga saya tidak salah sebut, sudah 10 tahun). Dee patut menjadi idola di dunia sastra. 

Lalu beralih ke Dunia Sophie.  Saya rasa Supernova dan Dunia Sophie memiliki konsep yang hampir sama, tetapi Dunia Sophie lebih bercerita dengan ilmu filsafat. Awalnya mengagungkan sekali adanya Dee dengan Supernova, tapi tak lantas mencibir Dee. Tidak! Dee memiliki lakon yang cukup menarik. Kreativitas menghadirkan Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh  tentu bukan sehari semalam saja. Supernova milik Dee pasti mengalami riset yang panjang, jarang sekali saya temukan di cerita-cerita buku hasil karya penulis Indonesia, waktu itu lo ya, dan saya juga bukan maniak buku yang bisa menghabiskan 5 buku dalam sehari. Saya cuma terbiasa membaca buku-buku terjemahan yang selalu disisipkan serpihan ilmu dunia.   

Well, empat buku setelah Supernova KPBJ, saya sama sekali tidak mengikuti hingga Dee muncul dengan sebuah buku tebal berwarna putih, memiliki lambang bak DNA. Buku ke-enam sekaligus terakhir dari seri Supernova ini bisa dikatakan DNA dari semua misteri-misteri yang ada. Lakon yang diciptakan ibu suri Dee dikumpulan di dalam buku setebal 705 lembar pada 99 keping (bab).

Dee pernah mengatakan Supernova bisa didebut sebagai "ledakan kesadaran" rangkaian cerita yang disusun atas pertanyaan-pertanyaan dalam diri Dee. Proses pencarian jawaban atas kehidupan hingga hadirlah enam buku yang diselesaikannya dalam 15 Tahun. Mengetahui Dee membawa chapter terakhir Supernova, saya tak mengaharapkan ketuntasan dibalik cerita "Supernova" yang pertama kali saya baca. Mungkin karena saya tidak mengikuti 4 buku setelahnya jadi tidak terlalu "greget" atau mungkin saya telah puas membaca Dunia Sophie.  Kalian yang belum mengikuti Supenova dari awal, bisa kok langsung menikmati suguhan Intelegensi Embun Pagi (IEP). Kalian tetap bisa menikmatinya. 

Bagi penikmat Supenova KPBJ yang melewati Akar, Petir, Partikel, dan Gelombang begitu mendapatkan IEP langsung disuguhi dengan beberapa kata-kata Infiltran, peretas, Sarvara, Umbra dan sebagainya. Tak mengagetkan, dengan gaya kreative Dee. Berbagai istilah asing itu sudah pantas ada dalam tulisannya.

Supernova lebih dari sekedar supernova, lebih dari sekedar kekisruhan antara infiltran, peretas, dan savara. Bukan sekedar persoalan mempertahankan gugus, kandi atau portal. Semua yang terjadi di IEP bisa menjadi ledakan kesadaran yang pernah di alami dalam perjalanan semua orang. Persekutuan, penyatuan, pengkhianatan, meninggalkan, datang yang baru, menerima, melepaskan, menyambut, melakukan misi, menemukan kebenaran, mencari jawaban, mempertanyakan segala hal, membebaskan, berevolusi, memenjarakan, menakhlukan. Semua hal yang ada di IEP pernah terjadi dalam cerita-cerita lalu setiap orang. 

Banyak orang yang mencari mengenai manfaat kehadiran dirinya lalu semesta mempertemukan dengan orang-orang yang akan menjadi rekan untuk menyelesaikan misinya atau sebagai penyalur dan pengiring kekuatannya. Mempertaruhkan apa yang dimiliki sebelumnya saat telah menemukan jawaban yang dicari, memutuskan untuk berbalik atau lanjut. Mengerahkan seluruh kekuatan yang dimiliki untuk membuka gerbang kehidupan yang dipilihnya. Perjalanan  pada akhirnya membuat mereka  harus meninggalkan orang-orang yang telah bersamanya hanya untuk menyelesaikan apa yang telah mereka pilih dan menyadari akan tugas mereka sebenarnya.  

Dee hanya menumpuk persoalan "hidup" dengan istilah-istilah yang didapatkan dari riset panjangnya. Rangkain cerita Supernova tak terbatas dengan simbol. Thumbs up for Dee

Jadi it's okay bagi kalian yang tidak meninggalkan sama sekali ke-enam unsur Supernova dan masih bertanya-tanya setelah membaca tulisan "tamat" karena memang dibuat begitu. Pertanyaan tetap harus ada. Misi terus berjalan, mereka terus berperan dalan perjalanannya masing-masing. Tentunya masih banyak orang-orang diluar sana yang harus ditemui atau menunggu untuk ditemukan. 

Bagi Kalian aDEEction, tentu telah mendengar jawaban Dee lewat videonya.


Ada satu interview yang menurut saya paling menarik diantara interview Dee yang dilakukannya di media televisi.


Share
Tweet
Pin
Share
No comments
cr from http://media.immediate.co.uk


Pasti kalian sudah dapat menebak dari scene film apa gambar diatas. Up, animasi garapan pixar yang dirilis tahun 2009, menuai berbagai penghargaan bergensi Internasional. Tapi entah kenapa saya memiliki pandangan sendiri tentang film dengan karakter bocah pramuka dan seorang kakek. Dari lubuk paling dalam membisikkan "aku gag mau kayak cerita film up" padahal orang-orang diluar sana, sangat ingin merasakan petualangan dengan balon-balon terbang, melihat keajaiban terjadi.


Kenapa tiba-tiba  bisa saya berpikiran negatif seperti itu? karena cerita diantara sepasang bocah yang pada akhirnya menjadi teman hidup, membuat saya tidak setuju akan cerita diantara mereka. Bukan perkara cerita asmaranya, bukan. Cerita impian merekalah yang membuat perkara di dalam otak saya. 

Bercerita mengenai impian seorang bocah perempuan bernama Ellie yang ingin  mengunjungi paradise falls. Impian tersebut terus ada sampai masa tuanya bersama Carl, bocah lelaki yang telah menjadi teman sehidup sematinya. Ada scene yang memperlihatkan kehormanisan rumah tangga mereka dan juga usaha mereka untuk berpetualang ke tempat impian Ellie. Mereka terus menabung, receh demi receh mereka kumpulkan. 

Sayangnya impian Ellie yang besar tidak dapat terwujud sampai akhir hayatnya. Hingga akhrinya sang suami memutuskan untuk membawa Rumah dan kenangannnya berangkat bersama ke Paradise Falls, seperti impian istri tercinta. Tidak perlu saya menjelaskan detail ceritanya,  film ini sudah terlalu terkenal untuk tidak diketahui kalian. 

Satu-satunya film animasi yang membuat saya jengkel akan ceritanya. Karakternya sudah tidak mengecewakan, tapi entah kenapa ada perspektif lain yang muncul di otak setelah menonton film yang telah meraih 68 juta dolar dalam minggu pertamanya. Ada sedikit ketidak setujuan pada cerita impian Ellie. Bagaimana besarnya impian Ellie untuk berpetualang tapi tidak bisa terwujud, padahal dia menemukan partner terbaik dalam hidupnya. Tidak setuju akan impian yang tidak dapat diraih hingga hari tua dan ajal yang menjemput terlebih dulu. Kenapa Ellie dan Carl tidak berusaha lebih keras dimasa mudanya yang bahagia dan sehat untuk pergi ke paradise falls . Kenapa mereka tidak nekad berpetualang dengan bantuan balon-balon Carl dan dengan membawa bocah pramuka yang menjengkelkan lucu. Kenapa Ellie harus berhenti dan melupakan impiannya. Kalau tidak salah ada scene yang menjelaskan jika cinta dan impian Ellie sudah terwujud dengan hadirnya Carl, partner hidupnya. Hemm...

Terlepas dari semua pikiran negatif saya diatas, ada amarah baik yang muncul. Tidak ingin merasakan petualangan seperti Ellie. Kalo takut terlena dengan partner dan usaha yang tidak pernah selesai hingga malaikat maut menjemput, mulailah dari sekarang. Dari hal kecil yang terus dikumpulkan setiap hari. Hingga suatu saat nanti, semoga sebelum menemukan Carl bisa mencoret semua hal yang pernah tertulis dalam buku agenda sewaktu kecil. Semoga jika menemukan Carl tidak dapat dengan mudah melupakan apa yang telah diucapkan dalam doa. Semoga Carl menjadi partner hebat dalam berpetualang. Semoga sebelum menutup mata selamanya, bisa melihat sudut-sudut dunia. Fighting!
Share
Tweet
Pin
Share
No comments



cr from http://basecamppetualang.blogspot.co.id


Saya bukannya mau me-review film animasi yang rilis tahun 2011 ini, sudah lama juga kan? pasti banyak diantara kalian yang telah menghabiskan jilid 1 dan 2 film asal Amerika tersebut. Saya hanya mencoba me-anologi kan film petualangan burung yang bernama "blue" not Rio.  

Anyway menurut saya, Rio salah satu film animasi yang layak untuk ditonton. Soundtrack yang keren, masing - masing tokoh memiliki karakter yang  menarik, setting apik Rio De Janeiro dan tentu cerita yang seru. Thumbs up for blue and friends. 

Film  dari blue Sky Studio, arahan Carlos Saldanha  dibuka dengan nyanyian fun dari sekumpulan burung-burung di hutan , menjelaskan jika blue (toloh utama) mengalami trauma untuk terbang. Yup. Ini mengenai petualangan seekor burung yang tak bisa terbang, ditemani oleh berbagai teman lainnya (burung, anjing, kera, dan manusia). 

Well, entah kenapa melihat petualangan blue menyimpulan 2 kata dalam otak saya. Perjalanan dan cinta.

Kekurangan blue yang tak bisa terbang membuat dia terjebak dalam perjalanan panjang untuk kembali ke pengasuhnya, Linda. Blue merupakan hewan peliharaan yang dirawat sedari kecil oleh perempuan kutu buku. Blue tak lebih dari hewan "rumahan" yang tak mengenal "dunia luar".  

Blue dipertemukan oleh burung macaw betina dan dari situlah petualangan Blue dimulai. Terbilang spesies langkah, Blue bersama kawan betinanya yang  bernama Jewel, diculik. Cerita pun terus berlanjut bagaimana Blue dan Jewel berhasil melarikan diri dan mencoba untuk melepas rantai yang mengikat mereka berdua. Mereka memiliki misi untuk kembali pulang pada tempatnya masing-masing. Perjalanan mereka dibantu oleh kawan yang ditemui Blue untuk pertama kalinya saat menginjakkan kaki di Rio De Janeiro, Brazil.  


                           
                        Blue & Kawan baru (Nico, Pedro)
                           
                            Blue & Jewel

Dari sana memperlihatkan bagaimana orang yang ditemui secara tidak sengaja dan memberanikan diri untuk mengobrol, ternyata menjadi teman yang membantu kesulitan. Malah  Nico & Pedro membuat Blue dan Jewel bertemu dengan teman-teman lainnya. 

Cerita dari blue semakin mencapai puncak hingga pada scene ending. Blue yang awalnya tidak bisa terbang mendadak bisa karena dia memberanikan diri untuk menyelamatkan Jewel yang terluka dan jatuh dari pesawat.






Jadi kesimpulan yang dibuat oleh otak saya berkata

Keterbatasan diri bisa di-upgrade melalui sebuah perjalanan dan cinta. Kalau ingin berubah cobalah beranikan diri melakukan perjalanan, berani untuk menyapa orang-orang yang ditemui dan menjadi akrab dengan mereka dan satu lagi membuka diri  hati untuk sebuah "hubungan".  Melakukan perjalanan dan menemukan cinta bisa menjadi alternative saya  kamu untuk berubah menjadi lebih baik lagi, menemukan hal-hal yang masih tersimpan dalam diri.  


Selamat berpetualang dan menemukan cinta dari kawan dan pasangan. 

Selamat malam.




   



Share
Tweet
Pin
Share
No comments
cr.https://business.pinterest.com

Tiba-tiba ingat satu tulisan di salah satu media online (lupa gag ngimpen linknya, maaf). Tulisannya mengenai pandangan menikah. Sekarang saya ingin mencoba menulis kurang lebih dengan gaya tulisan tersebut, tapi saya ingin membicarakan tentang traveling.
***

Kalo hanya ingin memenuhi akun medsos dengan feed jalan-jalan, jangan beranjak dari kursimu. Sayang sekali kamu tidak akan benar-benar melihat betapa besarnya Tuhan dengan segala ciptaannya.

Jangan kamu panggul tas ranselmu, jika kamu hanya ingin di cap atau dikenal sebagai backpacker. Karena kamu akan melewatkan betapa serunya packing untuk pergi mengalami hal-hal tak terduga diluar sana.

Jangan pernah berangkat jika kamu hanya ingin mengambil foto sebanyak-banyaknya karena kamu akan ketinggalan ribuan cerita dari orang-orang disamping kanan dan kirimu.

Jangan sekalipun pergi dengan amarah, keegoisan, dan keangkuhan karena pasti semesta akan menghukum kamu.

Tak usalah jalan jauh-jauh jika sepanjang perjalanan kamu hanya mengeluh, sungguh kamu bakal melewatkan "moment" untuk melihat betapa banyaknya orang yang menyapa dan menghampirimu dengan senyum.

Tak perlulah berlomba-lomba ke ujung timur, hanya karena tempat tersebut sedang ramai di media sosial karena kamu tak akan mendapatkan bahagianya mendapatkan sesuatu yang "benar-benar" kamu inginkan.

Janganlah pergi ke suatu tempat karena hasil risetmu yang memperkirakan di planet sebelah bakal menjadi tempat yang memenuhi bucketlist semua orang di tahun berikutnya. Kamu hanya ingin menunjukkan ke semua orang seberapa cepat kamu melangkah bukan seberapa kenal kamu kepada diri kamu sendiri, tentang apa yang kau inginkan dan kau butuhkan.

Jangan berhenti berjalan karena hanya tempat itu sudah banyak dijamah ribuan orang. Tak apa, pergilah. Tak ada menang, kalah, cepat ataupun lamban dalam sebuah perjalananan. Lakukanlah karena kamu memang ingin melihat dan merasakan pesona yang ditawarkan bumi.

Jangan pergi karena ingin menulis quotes dibawah indahnya gambar pantai, gunung, budaya dan lainnya. Sebagus-bagusnya quotes adalah yang kamu terapkan.

Jangan berusaha libur atau lari dari rutinitasmu, hanya karena kamu telah menetapkan jadwal traveling satu bulan 4 kali. Lakukanlah ketika semesta juga mendukung langkahmu. Traveling seperti halnya perjalanan ibadah. 

Lantas, karena apa kamu traveling?

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

cr.https://passionatepennypincher.com

2018 telah datang! banyak orang di sosial media berbondong-bondong memenuhi time line dengan ucapan terima kasih pada tahun 2017, review singkat tentang apa yang dialaminya di tahun 2017 dan tentunya wish list di tahun berikutnya, 2018. Sebagian dari mereka menyebutnya bucket list.

Bucket list merupakan idiom yang berasal dari kata ‘kick the bucket’ yang berarti ‘mati’ atau ‘akan mati’ dengan kata lain dapat diartikan sebagai daftar keinginan yang harus dilakukan sebelum meninggal atau dalam jangka waktu tertenu. Istilah ini semakin dikenal saat adanya film "the bucket list" tahun 2017 yang dibintangi oleh Jack Nicholson dan Morgan Freeman. Film tersebut bercerita tentang  pemuda yang divonis mati. Mereka pun membuat daftar keinginan atau bucket list untuk diwujudkan bersama-sama.

Sayangnya sebelum ikut melakukan trend sosial media untuk menulis bucket list. Film naked traveler yang dibintangi oleh Maudy Ayunda membuat perspektif sendiri tentang bucket list, setidaknya kesimpulan yang ada di kepala setelah menonton film adaptasi buku dari penulis yang sudah mengeluarkan 13 buku, Trinity. 




Sebelum menonton film yang dikemas fun tentang hobi jalan-jalan, persahabatan, keluarga, dan cinta. Ada juga video dari Master Magician Indonesia Deddy Corbuzier tentang resolusi. 


Well, benar katanya Om Deddy "just do it" jangan buat daftar resolusi tapi akan tetap jadi resolusi saja. Kalo ingin berkarya ya sudah lakukan saja, kalau ingin terbang ya sudah kepakkan saja tangannya. Sedangkan film The Naked Traveler pada akhir cerita membuka mata si traveler, Maudy Ayunda jika selama ini ia dikuasai oleh bucket listnya. Ada satu part dimana Maudy Ayunda dan Hamis Daud (Paul) bertemu untuk yang kedua kalinya dan pertanyaan dari diri Maudy Ayunda as a Trinity. Kurang lebih seperti ini.

"Apa karena Paul tidak ada dalam bucket list gue, jadi gue sulit menerimanya"  dan scene flash back pun muncul.

Sebenernya sih gag ada salahnya sama sekali membuat bucket list tapi ya gitu gag melulu berpedoman sama bucket list yang dibuat juga. Kudu membuka hati, dan melihat kesempatan serta orang-orang disekeliling. Siapa tahu mereka menjadi lakon pembantu untuk mecoret bucket list lainnya. Apa yang sudah ada dalam daftar gag harus membuat diri jadi egois juga kan? (part Trinity bersama sahabat-sahabatnya). 

Hemm... dibandingkan bucket list saya rasa membuat goals 5 tahun kedepan jauh lebih penting. Seperti halnya yang dikatakan Maudy Ayunda pada sesi interview media (lupa videonya yang mana) kalo gag salah begini. Media bertanya pada Maudy "apa nasehat yang pernah kamu terima dan paling berpengaruh?" lalu Maudy menjawab "Buatlah plan 5 tahun ke depan, maka hidupmu akan tenang".

Seperti Fahri, tokoh dalam novel Ayat-ayat Cinta karya  Habiburrahman El Shirazy. Memiliki peta hidup 5 tahun kedepan bahkan 10 tahun, namun dalam perjalanannya Fahri berkenan membuka hati untuk Aisyah. Perkara peta hidup yang telah dirancang bisa diubah sedikit dengan memasukaan sang istri dalam perjalananya. 

Goals, planning, wish list sangat layak untuk dibuat tapi ya.. harus gampang siap membuka hati. Eah...  


Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts

About me

Ini hanya cerita, opini, dan kegiatan receh di tengah kesibukan membayar tagihan. Terkadang yang bikin happy adalah hal-hal receh di sekitar kita, tapi sayangnya berlalu begitu saja.

Receh memang tapi bikin happy. Thank god.

recent posts

Sponsor

Blog Archive

  • March 2019 (2)
  • December 2018 (2)
  • November 2018 (2)
  • October 2018 (2)
  • September 2018 (31)
  • August 2018 (3)
  • January 2018 (5)

Sponsor

Created with by ThemeXpose