Everyone depression

by - 07:47


pict:https://psiloveyou.xyz

Beberapa hari yang lalu melihat video berdurasi 10-15 detik tentang opini pendek dari beberapa content creative. Blogger, youtuber, influencer. Video yang diunggah oleh salah satu youtuber terkenal di Indonesia, Gita Savitri pada akun instagramnya @gitasav. Kalian bisa klik disini untuk menontonnya. Video tersebut ingin menyampaikan setiap orang pernah mengalami depresi. Beberapa orang beranggapan kalau orang depresi tidak dekat dengan Tuhan atau lainnya. Terlepas dari opini diluar sana. Depresi memang seperti flu (I mind) setiap orang pernah mengalaminya tergantung bagaimana cara mengendalikannya. Jika tidak segera diobati bisa menimbulkan penyakit lainnya. Jika daya tahan tubuhnya lemah, flu nya akan lama sembuh.

Beberapa bentuk depresi yang saya alami seperti ini;

1. Melampiaskan pada makanan
Kemarahan, kesedihan bahkan bahagia akan dilampiaskan ke makanan. Ini, salah satu bentuk penyakit mental. Tidak bisa mengunggkapkan atau memperlihatkan emosinya hingga hanya bisa lari kepada makanan. Makan banyak adalah wujud pelampiasan mengeluarkan emosi yang dipendam.

2. Ingin tidur sepanjang waktu
Seperti tak ada puasnya untuk memejamkan mata. Seperti tak cukup sehari untuk berbaring dan lari ke alam bawah sadar. Sudah bangun tidru 1-2 jam kemudian tidur lagi dan begitu terus hingga beberpa hari kemudian, tiidak! beberpa minggu kedepan. Merasa dunia dalam "tidur" sangat menyenangkan dari dunia nyata. Meskipun saat tidur tidak bermimpi sekalipun tetapi tidur satu-satunya kegiatan yang sangat menyenangkan mengabaikan makan dan hal lainnya. Inginnya hanya tidur terus.

3. Bangun tengah malam
Bukan sengaja bangun karena ingin melakukan ibadah di tengah malam atau sudah cukup banyak jam yang dihabiskan untuk tidur jadi tengah malam bisa bangun begitu saja. Bukan! tiba-tiba bangun karena otak tiba-tiba memanggil memori yang buruk dan tidak kita sukai sehingga membuat kita sedih/marah seketika. Bayangan kejadian masa lalu bisa mengujatkan diri untuk bangun di tengah malam.

4. Menangis dalam tidur
Ada fase dimana seseorang tidak benar-benar tidur. Saya tidak dapat menjelaskannya lebih rinci. Saya bukan ahli psikologi, yang saya alami mata terpejam dan tertidur tapi belum sampai "deep sleep" nah disaat itu lah memori otak kembali menayangkan adegan demi adegan baik yang terjadi atau belum terjadi. Gambaran cerita yang lalu dan kekhawatiran bercampur hingga membuat ter-isak-isak dalam tidur. Menangis. Dalam kondisi lainnya bangun di tengah malam seperti kondisi nomer 3 lalu disertai dengan kucuran air mata.

5. Badan bergetar
Setelah mengalami kondisi 3 dan 4, saya juga beberapa kali mengigil di tengah tidur. Bukan karena dingin karena cuaca. Waktu itu tidaklah dingin sama sekali juga tidak panas. Entah kenapa tubuh berkeringat deras dan kemudian gemetar. Saya sadar kalau tubuh saya menggigil dan tahu kalau bukan karena suhu di kamar penyebabnya tapi sayangnya saya tidak dapat menghentikan tubuh saya yang terus bergetar.

6. Memukul diri sendiri
Merasa diri sendiri "plastic trash". Saya tahu itu tidak baik, tetapi pikiran terus saja berkata seperti itu. Hingga ada keinginan untuk membuang diri sendiri. Puncaknya akan melampiaskna kekesalan dan emosi tersebut pada sebuah pukulan yang ditumpahkan untuk diri sendiri. Menampar, menonjok paha, dada, lengan dan sebagainya serta membenturkan kepala pada tembok. Yup, I did it all guys. How scary i am. Untungnya saya tak sampai menyayat tubuh dengan benda tajam seperti yang dialamai Angelina Jolie waktu muda. Tak ingin ada bekas luka yang mengundang pertanyaan, jadilah saya mengurungkan niat untuk membuat luka pada tubuh saya.

7. Ingin mengakhiri hidup
Ini kondisi yang paling parah yang saya alami. Setiap hari berpikiran untuk bunuh diri. Setiap hari merencanakan bunuh diri seperti apa yang terbaik untuk dilakukan. Sayangnya saya terus kepikiran kedua orang tua, pasti ayah saya akan sangat sedih dan sulit menerima. Ibu memang lebih kuat menerima sesuatu yang buruk tapi saya yakin ibu pasti menyimpan kesediahannya dalam hatinya yang paling dalam. Kedua kakak yang pastinya rindu sama masakan saya. Hemm.. masakan saya yang selalu gagal maksudnya. Saya baru merasa beruntung hidup sebagai anak bungsu yang dibanjiri kasih sayang mereka, saya baru berasa beruntung menjadi anak yang dimanja ayah saya, karena itu semua lah saya mengurungkan niat saya. Karena 2 hal itu juga yang membuat saya ingin pamit secara baik-baik pada mereka "ayah, ibu aku mau bunuh diri ya?". How stupid i am.

Berbagai kondisi "mengerikan" tersebut saya alami tidak hanya 1-2 hari saja dan entah kenapa yang terpikirkan adalah teman-teman dan orang-orang yang pernah ditemui di perjalanan. Semoga mereka semua tidak mengalami kondisi seperti saya tersebut. Orang yang tak mudah percaya orang lain, ternyata berharap seperti itu.

Banyak hal yang bisa membuat kita semua kenal lebih jauh dan dekat dengan diri kita, bahkan di kondisi "drop" pun dibuat takjub pada pemikiran dan kesadaran yang dibuat oleh diri sendiri. Tuhan memang hebat di segala urusan. Mengarahkan dan membuat umatnya menemukan berbagai hal yang dibutuhkan. Semoga saya benar-benar bisa sembuh dari penyakit mental ini. Everyone depression.  I am depression

Curhatan receh yang cukup dapat mengetahui bagaimana kondisi saya saat ini.


You May Also Like

0 comments